Kamis, 28 Februari 2013

Visi Dan Panggilan Hidup


I. Apa itu Visi Hidup?
Visi berasal dari kata vision yang artinya sesuatu yang dilihat. Dalam Longman Dictionary of Contemporary English vision didefinisikan sebagai ‘the knowledge and imagination that are needed in planning for the future with a clear purpose’. Sedangkan seorang yang visioner adalah ‘someone who has clear ideas and strong feelings about the way something should be in the future’.
George Barna dalam bukunya Leaders on Leadership memberikan definisi ‘sebuah gambaran masa depan yang sangat jelas yang Allah komunikasikan kepada para pemimpin dan pelayanNya berdasarkan pengenalan yang akurat tentang Allah, diri sendiri dan lingkungan’.
John Stott memberikan definisi yang sangat luar biasa mengenai visi sebagai ‘ketidakpuasan yang mendalam tentang fakta sebagaimana adanya masa kini, yang membangkitkan pandangan yang amat tajam tentang masa depan yang seharusnya terjadi sebagai suatu kemungkinan’. Karena itu bisa berisi amarah terhadap suatu status quo yang menjelma menjadi usaha serius untuk mencari alternative.


II. Visi dan Panggilan Hidup
A. Mengapa Kita Memerlukannya?
a. Tanpa visi hidup menjadi liar tidak terarah (Ams 29:18)
b. Supaya terhindar dari cara hidup yang sia-sia (1Pet 1:18, Mat 12:36)
c. Supaya dapat membuat prioritas dan tujuan yang jelas (1Kor 9:26)
d. Allah telah mempersiapkan suatu pekerjaan baik buat kita (Ef 2:10)
e. Untuk memiliki komitmen yang kokoh dalam masa sulit dan pengujian (Kis 26:19)

B. Panggilan, Pekerjaan, Karir dan Kehendak Allah
Visi yang dari Allah biasanya diterjemahkan menjadi suatu panggilan tertentu dalam hidup kita. Panggilan tidak sama dengan pekerjaan, dan berbeda pula dengan karir. Marilah kita belajar dari Musa dalam Kel 3-4:
  1. Pekerjaannya adalah pengembala ternak milik mertua
  2. Karirnya kelihatannya kurang baik, paling dapat sebagian warisan kelak
  3. Tuhan memiliki Visi untuknya (Kel 3:7-10). Visi itu berisi keprihatinan dan beban Allah kepada Israel serta visi ilahi bagi umat yang dikasihiNya
  4. Panggilan Musa adalah membawa Israel keluar dari Mesir dan memimpin mereka ke Tanah Kanaan
  5. Musa tidak terlibat untuk membuat mereka mengalami ‘susu dan madu’
  6. Kini Musa harus melakukan pekerjaan baru dengan karir yang serba tidak pasti
  7. Musa pada akhirnya menjadi seorang yang sangat besar di mata Tuhan, Israel umat Allah, dunia dan sejarah (Ul 34:10-12)

Demikian juga dengan Nehemia. Bila kita membaca Kitab ini kita akan menemukan:
  1. Nehemia adalah seorang Juru Minum Raja, jabatan tinggi dan merupakan lingkaran dalam kerajaan.
  2. Karirnya sangat baik dan dia bekerja di Puri Susa, Istana Raja dan tempat beristirahat raja.
  3. Melalui kabar yang diterimanya dia merasakan beban dan panggilan dari Allah.
  4. Visi yang dimilikinya adalah Israel tidak lagi tercela dan tembok Jerusalem dibangun kembali.
  5. Nehemia kemudian meminta Raja untuk mengijinkannya pulang serta berganti karir menjadi pejabat khusus Jerusalem.
  6. Nehemia kemudian menghadapi banyak tantangan dari Tobia, Sanbalat dkk, tetapi dia terus setia pada Visi dan panggilan Hidupnya.
  7. Nehemia akhirnya berhasil membangun tembok Jerusalem (Neh 6:12), namun Nehemia tetap tinggal di sana untuk meneruskan pekerjaan memimpin dan memangun Israel secara holistik.

Setiap orang percaya diperintahkan mengerjakan dua hal, yaitu mandat budaya (Kej. 1: 28), sebuah mandat untuk mengeksplorasi dunia yang membawa kebaikan kepada manusia dibumi, dan kedua adalah mandat Injil (Mt. 28: 19-20). Dua mandat diatas tidak ada yang lebih superior atau lebih mengutamakan penginjilan daripada mandat budaya dan sebaliknya. Visi orang Kristen harus mendukung kedua visi diatas dan Visi adalah kerinduan Tuhan untuk hamba-hambanya.

III. Bagaimana Menemukan dan Merumuskan Visi Pribadi?
5 Langkah Sederhana Menemukan dan Merumuskan Visi Pribadi
1. Pikirkan dan Renungkan: Situasi, Tantangan dan Peluang
Situasi
Tantangan
Peluang
2. Daftarkan 10 Kerinduan Dalam Hidup Saudara
3. Ambillah Waktu Untuk Mengevaluasi: Tanggalkan dan Tambahkan
4. Pikirkan Hal-Hal Yang Harus Terwujud Dalam
Satu Tahun
Tiga Tahun
Lima Tahun
Sepuluh Tahun
5. Buatlah Tiga Prioritas Terpenting Dalam Hidup Anda

RUMUSKAN VISI HIDUP ANDA
-          Memotivasi Kita
-          Menciptakan Makna Kehidupan
-          Mendorong Kualitas Terbaik
-          Membimbing Dalam Menemukan Pendamping Hidup

V. Membuat Rencana Agar Visi Menjadi Realita

  1. Strategy (Count the Cost)
  1. Quality (Pay the Cost)
  1. Process, Training, Education (Create a Breakthrough)
  1. Transformation, Consistency, and Prayer (Make Change Happen) 
III. Apa Yang Bisa Membuat Visi Gagal?

  1. Vision Killers : Tradition. Traditions can form a foundation upon which He build the future because they serve His purposes. Indeed, He tends to reshape traditions by moving them in new directions. But God has no use for traditions that block progress
  2. Vision Killers : Fear. Sometimes we are overcome by fear because we have failed in the past and dare not reach for the stars again. Sometimes we dwell on our past failures or our sense of limitation. Vision raises questions, but it does not raise nagging doubts.
  3. Vision Killers : Stereotypes. A stereotype is a popular preconception about people or conditions. Christian culture and ministry too, are riddled with such cliches.
  4. Vision Killers : Complacency. Sometimes we fail to behave with vigor and passion because we are ignorant or complacent. “It doesn’t matter what we do. God will bless our efforts.” This statement is a prescription for half-baked, half-blessed ministry.
  5. Vision Killers : Fatigue. Ministry is not easy. Even the greatest spiritual warriors need times of rest. Jesus took time for solitude. If you have difficulty generating excitement about the vision or if you have trouble grasping the vision, check to see if you are running on empty. Vision calls for a tremendous degree of faith and energy. It is the wise leader who prepares the church body to hear and to embrace that vision by persuading them to rest for the next leg of the journey.
  6. Vision Killers : Short Term Thinking. Today, leaders are increasingly interested in cashing in resources for short-term benefits. The tragedy is that it leaves nothing in place for the long run. Rather than seek quick results and tangible benefits in the short term, how much better to dream the big dream and to be part of the fundamental transformation of people’s lives and of entire cultures.

VI. Penghalang Untuk Melihat Panggilan
            Ada enam penghalang kita untuk melihat panggilan kita :
1.   Gagal mengambil waktu untuk merefleksikan hidup. Adakah kita sedemikian serius akan visi hidup kita atau sekarang hal ini telah menjadi sesuatu yang terabaikan? Atau jangan-jangan orientasi kita sudah berbeda sekarang ini?
2.      Membuat perbedaan antara sekuler dan sacral (rohani) dalam memahami panggilan. Perbedaan ini akhirnya membuat kita meniadakan Tuhan di tempat kerja/ lingkungan hidup. Dan hanya di gereja, Kelompok Tumbuh Bersama dan pertemuan ibadah kita membicarakan Tuhan.
3.      Kegagalan membedakan panggilan dengan karier dan pekerjaan. Kita menggangap karena sulit memahami panggilan, kita focus kepada karir. Karir bisa bisa menjadi panggilan jika melalui karir misi Allah digenapi dan menjadi salah jika focus kita menjadi rasa aman.
4.      Mengalah terhadap tiga godaan: keinginan berkuasa, yaitu keinginan untuk mengontrol memilki pengaruh atau mengendalikan sesuatu; keinginan akan kemapanan dan keamanan; keinginan untuk populer dan prestise.
5.      Salah memahami tanggung jawab. Kita sering terjebak dengan menganggap kita memikul semua tanggung jawab kita sehingga kita memegang kuk yang seharusnya tidak bisa kita pikul.
      6.   Gagal mengapresiasi dan menerima keterbatasan.


Dalam bukunya “Courageous Leadership”, Bill Hybels mengatakan dia biasa mengajukan beberapa pertanyaan kepada orang2 yang merasa kesulitan menangkap visi dari Tuhan:

·     Sudahkah anda menyerahkan diri anda sepenuhnya kepada Tuhan?
  • Sudahkah anda bertanya kepada Tuhan untuk menyingkapkan visinya dalam hidup anda, atau anda hanya meminta Dia untuk memberkati rencana yang sudah anda pikirkan? Kita harus datang kepada Tuhan dengan tangan kosong dan hati yang terbuka dan bertanya, “Apa visiMu bagi hidupku?”
  • Sudahkah anda berpuasa?
  • Sudahkah anda berdoa?
  • Sudahkah anda berdiam dan menanti Tuhan di dalam keheningan?
  • Sudahkah anda membersihkan pola-pola dosa dalam hidup anda?
  • Sudahkah anda menyingkirkan gangguan dan kebisingan di sekitar anda yang menghalangi anda mendengar apa yang Tuhan ingin katakan kepada anda?
  • Sudahkah anda banyak membaca? Sudahkah anda banyak bepergian? Sudahkah anda mengunjungi berbagai macam pelayanan di sekeliling dunia? Sudahkah anda membuka diri kepada serentetan visi yang Tuhan pernah berikan kepada orang lain sehingga anda bisa terinspirasi oleh berbagai pilihan? Jika belum, keluarlah! Lihat apa yang Allah sedang lakukan!


Sumber bacaan :
1.  Bahan Retreat IAKPM, “Visi dan Panggilan Hidup” oleh Denni B. Saragih
2. Khotbah MBA PAK Perkantas Medan.
3. Courageous Leadership, Bill Haybel. Penerbit Zondervan. Hal 37.
4.Visioneering, Bagaimana Mengubah Visi Anda Menjadi Kenyataan, Andi Stanley, Penerbit Andi.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar